IndeksIndeks  PortalPortal  FAQFAQ  PencarianPencarian  AnggotaAnggota  GroupGroup  PendaftaranPendaftaran  LoginLogin  

Share | 
 

 Mendaki Gunung Lempuyang

Go down 
PengirimMessage
balie_wae

avatar

Number of posts : 33
Age : 32
Location : Tuban
Registration date : 05.12.08

PostSubyek: Mendaki Gunung Lempuyang   Wed Dec 10, 2008 2:11 pm

Mendaki Gunung Lempuyang

"Nothing is too high for a man to reach, but he must climb with care
and confidence. ~ Tak satu pun terlalu tinggi untuk dicapai, tetapi
ia harus mendaki dengan hati-hati dan percaya diri."
~ Hans Christian Andersen

Gunung Lempuyang berada di ujung timur pulau Bali. Di gunung tersebut
berdiri salah satu pura tertua di pulau Bali, yang dibangun pada
jaman pra-Hindu- Budha. Pura tersebut adalah pura terbesar ketiga
setelah pura Besakih dan Ulun Danu Batur.

Lempuyang merupakan akronim dari kata lempu yang bermakna lampu atau
sinar dan hyang berarti Tuhan. Lempuyang berarti sinar suci Tuhan
yang terang benderang. Ada kisah menarik tentang pura di gunung
setinggi 1.174 meter itu. Saya mendengar dari masyarakat di sana
tentang sebuah pemotretan di luar angkasa, yang menangkap sebuah
sinar yang sangat terang di ujung timur pulau Bali. Sinar tersebut
dipercaya berasal dari sebuah pura di gunung Lempuyang.

Saya terkesan mendengar tentang kemegahan dan ketinggian pura itu.
Terlebih saya sudah cukup lama tidak pernah mendaki tempat yang cukup
tinggi. Saya berpikir mendaki 1.750 anak tangga adalah tantangan
sekaligus kesempatan untuk kembali berlatih. Maka saya langsung
mengiyakan ajakan lima orang teman di Bali untuk meniti ribuan anak
tangga pura tersebut.

Usai memberikan seminar di Singaraja dan Denpasar dalam dua hari,
keesokan harinya kami segera melakukan persiapan pendakian. Sepanjang
mempersiapkan perbekalan, pikiran saya sibuk membayangkan pemandangan
alam dilihat dari puncak salah satu pura tertua di Bali. "Pasti
sangat mengagumkan dan luar biasa," gumam saya dalam hati.

Proses awal ditandai dengan keinginan untuk meniti setiap tangga
supaya sampai ke puncak pura. Dibutuhkan tenaga dan semangat luar
biasa untuk sampai ke sana. Agar tenaga dan semangat tidak kendor,
untuk itu diperlukan sebuah komitmen.

Begitupun dalam upaya berprestasi, sedari awal dibutuhkan komitmen
untuk berhasil. Mario Andretti, seorang pembalap mobil, mengatakan
bahwa komitmen memungkinkan kita mencapai setiap keberhasilan yang
kita inginkan: "Desire is the key to motivation, but it's the
determination and commitment to an unrelenting pursuit of your goal ?
a commitment to excellence ? that will enable you to attain the
success you seek."

Setelah semua perbekalan siap, kami segera berangkat. Kami harus naik
ojek untuk sampai di kaki gunung. Setiba di sana, saya takjub pada
ketinggian pura. "Apa mungkin saya bisa sampai ke puncak pura?" batin
saya. Komitmen untuk menaklukkan gunung tersebut membuat kami tak
menunggu lebih lama untuk segera memulai proses pendakian.

Mempersiapkan segala sesuatu yang dibutuhkan adalah bagian yang tak
terpisahkan untuk bisa sampai ke puncak pura Lempuyang. Sepatu
olahraga dan minuman adalah dua bagian penting dari keseluruhan
persiapan pendakian. Begitupun untuk meraih keberhasilan, dibutuhkan
persiapan. Lucius Annaeus Seneca mengatakan: "Luck is what happens
when preparation meets opportunity. Keberuntungan akan terjadi ketika
persiapan yang sudah matang bertemu dengan kesempatan."

Setelah itu, menciptakan strategi adalah bagian penting dalam proses
pendakian. Kami membagi pendakian menjadi empat bagian. Proses
pendakian mungkin sama, di mana secara fisik dan mental kami benar-
benar diuji. Tetapi dengan menerapkan strategi tersebut membuat kami
bisa memfokuskan energi dan kekuatan pada setiap bagian. Meskipun
cukup melelahkan, tanpa terasa akhirnya kami berhasil melintasi
bagian-bagian terakhir.

Mencapai keberhasilan di bidang lain pun perlu menerapkan strategi.
Kita tidak akan merasa proses itu terasa panjang dan melelahkan,
karena strategi yang kita terapkan menjadikan proses itu terasa
menyenangkan. Selain itu, strategi juga menjadikan pendekatan dan
langkah-langkah yang harus kita tempuh lebih efisien dan tepat
sasaran.

Dalam perjalanan pendakian, masing-masing di antara kami saling
memotivasi. Kebetulan salah seorang teman adalah wanita. Dia sempat
pucat, tetapi setelah kami semua memberikan dorongan, akhirnya dia
berhasil juga sampai ke puncak.

Saat itu kami juga berpapasan dengan rombongan pelajar yang turun
dari puncak. Kami menyapa mereka dan memberikan ucapan selamat karena
sudah berhasil mencapai puncak. Mereka pun memotivasi
kami, "Teruskan, 15 menit lagi pasti sampai!" Motivasi mereka tentu
membuat kami kembali optimis dan bersemangat. Padahal setelah 15
menit kami juga belum sampai ke puncak.

Motivasi dari orang lain ataupun dari dalam diri kita sendiri membuat
kita tidak mudah menyerah. Saya juga sempat kelelahan saat mendaki
pura Lempuyang. Tetapi saya berusaha memotivasi diri sendiri. "Tahun
2001 saya mampu naik ke puncak tertinggi Jiayu Pass di Tembok Besar
Cina. Maka kali ini saya pasti bisa," batin saya. Pengalaman sukses
yang lalu memberi dorongan dan semangat yang luar biasa.

Contoh tersebut sebenarnya membuktikan bahwa kita memiliki kekuatan
yang sangat besar untuk melampaui tantangan sebesar apa pun.
Dibutuhkan sebuah motivasi untuk menggerakkan semua kekuatan itu,
entah motivasi dari orang lain atau dari diri kita
sendiri. "Motivation is the fuel, necessary to keep the human engine
running. Motivasi adalah bahan bakar, sangat penting untuk menjaga
semangat manusia tetap menyala," ungkap Zig Ziglar.

Cara yang paling efektif untuk berhasil melampaui tantangan adalah
dengan menikmati proses itu sendiri. Pada waktu mendaki Pura
Lempuyang, kami butuh waktu untuk istirahat, dan benar-benar kami
manfaatkan untuk menikmati suasana. Meskipun hanya ada monyet yang
melintas, tetapi kami sangat menikmati semua itu. Sehingga perjalanan
kami tidak terasa terlalu melelahkan dan membosankan.

Akhirnya kami sampai di puncak pura Lempuyang. Cucuran keringat saat
berjuang mencapai puncak terbayar sudah, saat kami melihat
pemandangan dari puncak pura yang sungguh luar biasa. Kami merasa
seakan berada di atas awan. Hawa dan suasananya begitu sejuk dan
tenang. Kami lewatkan beberapa saat di puncak pura Lempuyang untuk
merayakan keberhasilan kami. Tetapi kami tentu tidak berlama-lama di
sana, karena kami harus segera turun dan memulai aktivitas kami
seperti biasa.

Pengalaman itu sangat berharga, dan saya kira terkait erat dengan
proses menuju puncak keberhasilan berprestasi. Kalaupun kita berhasil
mencapai keberhasilan, tak salah jika kita meluangkan waktu untuk
merayakannya. Tetapi sebuah prestasi bukanlah sebuah tujuan,
melainkan sebuah proses.

Jadi jangan terlalu lama berada di sana atau merasa sudah cukup puas.
Tetapi kita harus kembali menyusun visi, berkomitmen dan bersiap
melaksanakan langkah-langkah untuk menyongsong kesuksesan berikutnya,
dan yang terpenting adalah menjadi lebih baik dari sebelumnya. "Tidak
ada kemuliaan yang dicapai dengan menjadi lebih baik dari orang lain.
Kemuliaan sesungguhnya adalah menjadi lebih baik dari diri
sebelumnya," kata pepatah Tiongkok kuno.[]

Sumber: Mendaki Gunung Lempuyang oleh Andrew Ho.
Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user
 
Mendaki Gunung Lempuyang
Kembali Ke Atas 
Halaman 1 dari 1

Permissions in this forum:Anda tidak dapat menjawab topik
 :: Uclix Cuap - Cuap :: Pondok Tanya Jawab-
Navigasi: